pagi ini aku disapa oleh takdir, dan sesudahnya dia berbincang denganku.
dia menyampaikan pertama, “saya hadir karena kau memintaku”.
aku terdiam dan merenung, tak mungkin dia berbohong fikirku..
Bagusnya dia hadir dengan ramah dan sedikit lucu
hingga aku bisa menertawakan pertemuan ini dengannya.
Sungguh aku tak mengira sebelumnya, aku tak menyangka.
Aku tak berharap.
Tapi apa yang dia sampaikan di awal tadi, sangat masuk akal dan memaksaku menganggukkan kepala.
“dia memang hadir karena ku pinta” gumamku dalam hati.
Aku memang telah tidak-melakukan sesuatu tadi malam, karenanya, dia hadir pagi ini.
Aku tersenyum lagi mengingat-ingatnya ..
Pagi ini aku disadarkan oleh takdir,
dia bilang “aku hadir karena kau pinta”
dan sekarang aku sadar atasnya.
aku lah pembentukku takdirku.
aku tahu apa yang kumau, dan aku akan berlari mengejarnya.
setelah itu biarlah Dia yang menentukan hasil akhirnya.
di penghujung perbincangan, wajahnya berbinar dan tersenyum, dia menutup “kapanpun kau pinta, aku akan hadir. percayalah.”
aku terdiam dan merenung.. tak mungkin dia berbohong fikirku..









