Archive for July, 2008

Post

Mimpi

In Uncategorized on July 9, 2008 by langittegaktersenyum

Kalau saja hanya ada satu hal yang boleh kugenggam dan takkan kulepas, maka hal itu adalah IMPIAN.

Ia memberiku kejelasan arah dan tujuan, dan dalam waktu yang bersamaan ia memberiku semangat dan antusiasme. Dan yang lebih mendasar dari itu semua, ia memberiku harapan.

Hingga suatu hari nanti, kau akan melihatku berdiri tegak, sambil menatap langit, tersenyum, kemudian berkata, “memang. kita adalah apa yang kita fikir-fikirkan..”

Post

Bintangs

In Uncategorized on July 9, 2008 by langittegaktersenyum

Semalam aku menatap langit,

dan berkaca pada bintang.

Tentang cahaya dan keindahan,

Tentang manfaat dan kebergunaan.

katanya “Seseorang yang melakukan hal yang luar biasa sebenarnya tidak melakukan hal yang luar biasa,” dia melengkapi, “orang itu hanya melakukan hal yang seharusnya dia lakukan.”

Seorang siswa mendapat Peringkat pertama, karena ada siswa lain yang berperingkat 2, 3 dan seterusnya.

Ada pembanding di sana.

Bila semua siswa berkualitas setara,

Maka tak ada yang ‘melakukan hal yang luar biasa’.

Tambahnya “Seperti itulah seharusnya fikiran kalian berpola.

Bagaimana setiap kalian, melakukan hal-hal yang ‘luar biasa’.

Hingga setiap kalian menjadi seperti setiap kami,

Membentuk gugusan cahaya dan keindahan.”

Itu kata bintang, dan memang, aku setuju dengannya.

Post

Takdir

In Uncategorized on July 5, 2008 by langittegaktersenyum

pagi ini aku disapa oleh takdir, dan sesudahnya dia berbincang denganku.

dia menyampaikan pertama, “saya hadir karena kau memintaku”.

aku terdiam dan merenung, tak mungkin dia berbohong fikirku..

Bagusnya dia hadir dengan ramah dan sedikit lucu

hingga aku bisa menertawakan pertemuan ini dengannya.

Sungguh aku tak mengira sebelumnya, aku tak menyangka.

Aku tak berharap.

Tapi apa yang dia sampaikan di awal tadi, sangat masuk akal dan memaksaku menganggukkan kepala.

“dia memang hadir karena ku pinta” gumamku dalam hati.

Aku memang telah tidak-melakukan sesuatu tadi malam, karenanya, dia hadir pagi ini.

Aku tersenyum lagi mengingat-ingatnya ..

Pagi ini aku disadarkan oleh takdir,

dia bilang “aku hadir karena kau pinta”

dan sekarang aku sadar atasnya.

aku lah pembentukku takdirku.

aku tahu apa yang kumau, dan aku akan berlari mengejarnya.

setelah itu biarlah Dia yang menentukan hasil akhirnya.

di penghujung perbincangan, wajahnya berbinar dan tersenyum, dia menutup “kapanpun kau pinta, aku akan hadir. percayalah.”

aku terdiam dan merenung.. tak mungkin dia berbohong fikirku..